ARTI SEBUAH PROSES

Teman perjalanan hidup panjang kita mungkin terasa berat untuk kita lalui, tetapi pernah kah kalian mendengar istilah bahwa bukan berdasar seberapa banyak yang telah kita raih tetapi lebih pada seberapa banyak proses yang telah kita jalani.

Teman terkadang kita lupa bahwa hidup kita ini terlalu berharga untuk hanya kita ratapi. Kurangnya rasa syukur yanng membuat kita suka mengeluhkan tentang masalah dalam hidup kita. Warungcurhat gak pernah berhenti untuk terus mengingatkan kita semua betapa pentingnya untuk terus mengucapkan syukur di setiap hari yang telah kita lalui.

Mengapa proses hidup kita ini harus kita syukuri? Karena terkadang kita lupa lho bahwa dengan melalui proses yang berat dalam hidup ini kita jadi memiliki sebuah harta karun yang tidak bisa kita beli dengan uang, yaitu sebuah pengalaman.

Kadang kita hanya fokus dengan apa yang belum kita peroleh di dunia ini sehingga kita lupa bahwa pengalaman berat itu menjadi satu-satunya harta paling berharga bagi kita. Dengan pengalaman yang kita miliki kita bisa menjadi lebih bijak dan proses lah yang akan membuat hidup kita sempurna.

Berbeda dengan mereka yang bisa meraih segalanya hanya dengan meminta saja, tanpa melalui sebuah proses maka hidup kita akan mati. Bayangkan saja bila suatu saat sudah tidak ada lagi orang yang bisa kita minta pertolongan? Tentunya kita jadi tidak bisa hidup dari tangan kita sendiri.

Itulah mengapa proses hidup yang kita lalui itu penting dan perlu untuk kita syukuri. Teman janganlah kita melupakan pada proses hidup yang telah kita lalui selama ini karena kadang kita hanya mengeluhkan apa yang belum kita miliki. Padahal kita lupa bahwa kita telah memiliki sebuah pengalaman yang menjadi proses hidup kita.

2 thoughts on “ARTI SEBUAH PROSES

  1. Saat pernikahan, sering kali kita melihat orang tua mempelai menitikkan air mata haru melepaskan anak2nya mengarungi bahtera rumah tangga. Dulu saya sering merasa heran, kenapa menangis, toh mereka kan bahagia ? Pasti jawaban klise yang kerap kali saya dengar adalah, mereka menitikkan airmata bahagia. Namun ada sekali orang tua yang melontarkan jawaban yang membuat saya merenung sejenak dan saya merasa jawaban itu adalah jawaban yang paling cocok. Beliau mengatakan kalau airmata itu dikarenakan sejak anaknya dilahirkan, beliau sangat sibuk mencari uang sebanyak2nya supaya anak2nya tidak kekurangan biaya untuk kehidupan sehari2, untuk dana pendidikan dsb, sehingga beliau jarang memiliki waktu luang bersama anak2nya, untuk mengikuti proses perkembangan anak2nya selama masa balita, masa pertumbuhan, masa remaja, hingga akhirnya dewasa. Hal inilah yang menimbulkan penyesalan saat harus melepas anak2nya untuk hidup berumah tangga sendiri. Materi memang tidak berkekurangan, namun waktu tidak bisa kembali lagi, tak peduli seberapa kayanya kita. Begitu pula dengan perpisahan dan kematian. Hidup memang berjalan tanpa terasa. Tiba2 kita baru tersadar saat semuanya menjelang akhir. Oleh karena itu kita harus bisa mengatur waktu dalam hidup kita yang singkat ini, karena kita akan kehilangan waktu berharga dalam proses kebersamaan keluarga, bersama orang2 yang kita cintai, jika kita terlambat menyadarinya. Semoga berguna.

  2. jawaban yang sangat mengharukan, kadang kita sendiri sebagai anak juga melupakan jasa ortu kita, yang sampai sekarang menjadi pertanyaan kita adalah kenapa setiap anak yang sudah dewasa dan menemukan pasangannya selalu lebih membela pasangannya dibandingkan orang t
    ua mereka sendiri. Kadang kita jadi berpikir bahwa menjadi orang tua itu “ngenes” juga ya anak yang dibesarkannya selama bertahun-tahun dengan kasih sayang pada akhirnya ada yang tidak memperhatikan mereka setelah menikah dengan orang yang baru beberapa bulan atau beberapa tahun mereka kenal. Kadang gak habis pikir juga ya dengan pola pikir si anak yang melupakan ortu hanya karena cinta biasa, padahal cinta yang sejati itu hanya cinta Tuhan dan cinta dari orang tua kita.

Leave a Reply