Kematian Robin Williams: Beda Depresi dan Kesedihan

KOMPAS.com Aktor dan komedian kawakan Robin Williams ditemukan tewas pada Senin (11/8/2014) siang waktu Tiburon, California. Saat itu, Williams yang berusia 63 tahun ditemukan dalam kondisi tidak sadar dan tidak bernapas, tak lama kemudian diumumkan bahwa ia meninggal.

Pihak kepolisian menduga kematian Williams adalah asfiksia akibat dari bunuh diri. Namun, diperlukan investigasi lebih lanjut sebelum dugaan ini dinilai tepat.

Perwakilan dari pihak Williams mengatakan, sang aktor telah lama berjuang melawan depresi berat. Ini adalah kehilangan yang tragis dan tiba-tiba. Keluarga dengan hormat meminta privasi mereka tetap terjaga dalam masa-masa yang sulit ini.

Menurut Institut Kesehatan Mental Nasional Amerika Serikat, depresi mayor merupakan salah satu penyebab umum dari gangguan mental di AS. Pada tahun 2012, diperkirakan 16 juta orang dewasa paling tidak mengalami satu episode depresi mayor atau gejala depresi dalam jangka waktu satu tahun.

Meski begitu, banyak orang yang tidak memahami dengan baik apa itu depresi. Bahkan sering kali orang salah kaprah menilai depresi sebagai sebuah perasaan sedih yang umum. Padahal, menurut Stephen Ilardi, profesor psikologi klinis dari University of Kansas, depresi merupakan salah satu kata yang secara tragis disalahartikan dalam bahasa Inggris.

“Kata depresi banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari. Sehingga, ketika mendengar kata depresi, banyak orang yang menganggapnya tidak serius. Faktanya, depresi jauh lebih buruk daripada sedih,” ungkapnya.

Berikut fakta seputar depresi yang sebaiknya diketahui:
– Meski depresi mayor dapat menyerang orang segala usia, tetapi menurut peneliti asal Washington University School of Medicine, usia rata-rata orang terkena depresi adalah usia 32,5 tahun.

– Depresi lebih umum terjadi pada wanita dibandingkan pada pria.

– Pria yang depresi cenderung mencari pelarian ke alkohol dan zat lainnya dibandingkan wanita. Pria depresi juga cenderung menutupi kesedihannya dengan melakukan hal lain secara ekstrem, misalnya menonton televisi, berolahraga, bekerja berlebihan, bahkan melakukan perbuatan yang berisiko.

– Gejala depresi pada pria lebih sulit untuk dikenali dan sering kali penyakit ini tidak terdeteksi.

– Pria yang depresi lebih mungkin untuk bunuh diri dibandingkan dengan wanita.

– Gejala depresi lebih serius dari merasa sedih. Tiga gejala utama depresi adalah kehilangan minat terhadap hal-hal yang dulu disukai, kehilangan energi, dan suasana perasaan murung. Hal ini, jika dialami terus-menerus, individu menjadi tidak bersemangat dalam menjalani aktivitas dan hidupnya.

Belum lagi gejala lain seperti pesimistis, sulit konsentrasi, sulit tidur, bahkan kondisi berat yang dapat mendorong individu bunuh diri. Sekitar 80 persen penyebab bunuh diri adalah depresi.