Robin Williams Juga Derita Gangguan Bipolar

KOMPAS.com Ketika seseorang memilih bunuh diri, banyak orang sulit untuk menerima keputusan tersebut. Komedian dan aktor peraih Oscar, Robin Williams, telah memilih cara tersebut untuk mengakhiri hidupnya.

Robin Williams sejak lama diketahui menderita gangguan bipolar, penyakit gangguan jiwa yang membuat penderitanya mengalami perubahan perasaan (mood) dalam periode waktu tertentu.

Bukan hanya mood yang berfluktuasi, penderita bipolar juga akan mengalami episode mania atau sangat berenergi, fokus, dan merasa sangat produktif. Di lain waktu, ia akan mengalami depresi berat. Pada periode depresi ini, Robin Williams diduga memilih bunuh diri.

Penelitian menunjukkan, 25 persen penderita bipolar pernah mencoba bunuh diri, dan 10-15 persen di antaranya akhirnya melakukan hal itu. “Depresi adalah saat paling membahayakan,” kata dr Andri, SpKJ, FAPM, dari RS Omni Alam Sutera Tangerang, Selasa (12/8/2014).

Ide bunuh diri biasanya muncul ketika penderita bipolar merasa sangat depresi. Ia diliputi perasaan nelangsa dan tak tertolong lagi.

Gejolak suasana hatiyang bisa membahayakan itu sebenarnya dapat dikontrol dengan obat penstabil mood. “Jika rutin minum obat, episode seperti depresi itu bisa dikendalikan,” ujarnya.

Namun, walau mengonsumsi obat-obatan, beberapa pasien tetap memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Walau kita tak pernah bisa memahami mengapa seseorang sesukses dan memiliki keluarga bahagia seperti Robin Williams memilih bunuh diri, kita tetap menghargai karya-karya yang ditinggalkannya. Ia telah membuat banyak orang tertawa dengan humornya, energinya yang melimpah, dan peran-perannya yang luar biasa dalam film.

Selamat jalan Robin Williams.