Apa Efek Samping dan Risiko Operasi Silikon di Payudara?

KOMPAS.com – Selain bagian wajah, payudara juga menjadi pilihan para wanita untuk dikoreksi dengan operasi plastik. Operasi plastik ini biasanya dilakukan untuk memperbesar atau menyempurnakan bentuk payudara hingga kepercayaan diri meningkat.

Pembesaran payudara umumnya dilakukan dengan memasukkan implan silikon atau salin pada payudara. Operasi ini dapat membuat payudara menjadi lebih besar dengan hasil tampak alami, kekenyalan yang tahan lama dan membuat belahan dada menjadi lebih indah. Tindakan ini juga akan memperbaiki bentuk payudara yang sudah mengalami penurunan atau ptosis.

Pemasangan silikon pada payudara pun terbilang aman jika dilakukan sesuai prosedur bedah plastik, seperti dikutip dari buku Ultimate Beauty yang ditulis dokter spesialis bedah plastik, Enrina Diah. Namun, dalam setiap operasi pasti ada efek samping atau risiko pascaoperasi.

Dalam bukunya, Enrina mengatakan bahwa efek samping setelah melakukan operasi yaitu rasa nyeri sementara, bengkak, dan perubahan sensasi pada puting. Namun, hilangnya kepekaan pada puting hanya sementara dan akan kembali normal setelahnya. Penempatan impan pada payudara juga tidak akan mengganggu produksi dan pemberian ASI jika operasi dilakukan dokter bedah plastik.

Ketakutan lain para wanita dari risiko memasang implan adalah kanker payudara. Namun, dalam berbagai penelitian, tidak ditemukan hubungan pemasangan implan dengan kanker. Pemasangan implan tidak membuat seseorang menjadi rentan terkena kanker payudara. Hanya saja, sebelum melakukan operasi, calon pasien harus dipastikan apakah payudaranya bebas dari bibit-bibit kanker.

Risiko lain yang mungkin terjadi adalah pembentukan jaringan parut di sekitar implan yang memungkinkan payudara terasa kaku dan keras. Bagaimana dengan kebocoran implan atau impan yang pecah? Hal ini juga sangat kecil bisa terjadi.

Dokter spesialis bedah plastik, Irene Sakura Rini mengatakan, implan silikon bisa pecah jika tertusuk benda tajam yang menembus kulit, lemak, hingga jaringan di bawah otot. Kemungkinan lainnya jika terkena benturan keras seperti kecelakaan mobil yang cukup parah.

Selain itu, risiko pendarahan dan infeksi pascaoperasi juga sangat kecil kemungkinan bisa terjadi. Risiko dari operasi plastik bisa terjadi salah satunya jika pemasangan implan tanpa sterilisasi yang baik. Hal ini dapat menyebabkan peradangan. Selain itu, risiko operasi plastik juga bisa muncul jika pasien tidak mengikuti nasihat dokter.

“Misalnya saat operasi, seminggu kemudian bergerak keras melakukan bungee jumping. Lalu luka belum kering sudah berenang, enggak ngikutin nasihat dokter,” kata Sakura saat dihubungi, Sabtu (4/10/2014).