Fakta Seputar Payudara (Bagian 2)

KOMPAS.com – Bulan Oktober merupakan bulan kepedulian terhadap kanker payudara. Di Indonesia, kanker ini merupakan penyebab kematian nomor satu. Kabar baiknya, kini banyak wanita mampu melawan kanker payudara karena melakukan pendeteksian dini.

Anda perlu mengetahui informasi ini untuk mengetahui fakta tentang payudara.

11. Operasi pengangkatan payudara (mastektomi radikal) pertama dilakukan pada akhir tahun 1800 oleh William S.Halsted, ahli bedah di Johns Hopkins. Ia juga penemu anestesi.

12. Deteksi sejak dini sangatlah penting. Ketika kanker payudara dapat dideteksi dini, usia harapan hidup pasien semakin tinggi. Komunitas kanker Amerika menyarankan sebaiknya Anda melakukan cek kesehatan payudara (dilakukan dokter) setiap tiga tahun sekali saat menginjak usia 30 tahun. Lakukan mammogram saat berusia 40 tahun.

Pemeriksaan lebih intensif dianjurkan pada mereka yang punya riwayat kanker payudara dalam keluarganya. Selain itu sebaiknya periksa payudara sendiri setiap bulan.

13. Dokter akan menentukan stadium kanker pada saat menetapkan diagnosis untuk membuat rencana pengobatan dan menentukan prognosis pasien. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan radiografi (Sinar X, ultrasound, MRI, dan tes terkait) dan biopsi, serta pengambilan kanker, dan pengetesan getah bening.

14. Jenis kanker payudara dapat ditentukan dari ukuran tumor dan wilayah penyebarannya. Stadium satu adalah tumor yang ukurannya mencapai diameter 2 cm dan negatif pada kelenjar getah bening. Stadium dua, tumor mencapai diameter antara 2 hingga 5 cm dan positif mencapai getah bening. Stadium tiga, kurang dari 5 cm namun menyebar hingga kelenjar getah bening atau daerah dada. Stadium empat adalah ketika tumor telah menyebar ke area yang jauh.

15. Terdapat beberapa istilah kesehatan untuk payudara. Mamm-o sama dengan mammografi, mast-o sama dengan mastektomi; maz-o sama dengan amazon, maksudnya tidak memiliki payudara, seperti wanita prajurit Amazon yang sejarahnya menghilangkan payudara untuk meningkatkan kemampuan memanahnya.

16. Baik laki-laki (1 dari 180) dan wanita (1 dari 50) dapat mengidap politelia- punya satu atau lebih puting ekstra (biasanya sering disamakan sebagai tahi lalat). Jika ditemukan pada area puting atau di saluran susu, risikonya terkena penyakit yang menyerang kelenjar payudara menjadi besar.

17. Ada banyak jenis kanker payudara. Tentunya obat untuk mengobati satu dan yang lainnya tidak sama.

18. Diperkirakan 85 persen kanker payudara terjadi pada wanita yang tidak memiliki riwayat penyakit ini. Sebaliknya, 12 hingga 15 persen diakibatkan oleh mutasi yang berkaitan dengan kanker payudara dari gen BRCA atau PALB.

19. Usia harapan hidup pengidap kanker payudara semakin meningkat. Tingkat kematian akibat kanker payudara terus menurun sekitar 2 persen sejak tahun 1990.

20. Pembesaran payudara dengan implan (baik silikon atau salin) masih menjadi prosedur bedah plastik yang diminati para wanita. (Eva Erviana)