Bagi Penjual Dan Pemasar (marketer) Menjadi Bodoh Itu Mengagumkan

Bodoh disini merupakan kunci bagi penjual atau pemasar (marketer) untuk dapat berubah, berevolusi dan bertransformasi menjadi penjual atau pemasar yang kreatif dan inovatif. Namun sering kali yang menjadi kelemahan dari marketer ialah rasa serba tahu dan cepat puas. Banyak dari pemasar senang membahas pekerjaan yang sedang dilakukannya dan menceritakan keberhasilan mereka terus menerus meskipun keberhasilan ini telah lama terjadi. Namun cerita ini hanya akan berhenti pada kesuksesan mereka karena mereka tidak mau membahas kegagalan yang pernah atau sedang terjadi. Pemasar tidak mau mencoba untuk menemukan penyebab kegagalan saat ini dan mengubahnya sebagai peluang.

Marketer yang terbiasa bekerja di perusahaan cenderung bersifat manajerial dibanding kewirausahaan. Mereka lebih berfokus untuk mengontrol tim pemasaran dan mengeksploitasi kelemahan pesaing secermat mungkin. Namun pola pikir stupid marketer akan sangat berbeda dengan model pemasar diatas. Stupid Marketer, merupakan pribadi yang memiliki rasa ingin terus belajar dan berkembang, tidak pernah merasa puas dan selalu menempatkan dirinya sebagai orang yang belum tahu apa-apa. Mereka memiliki jiwa kewirausahaan yang membuat mereka mau untuk mengeksplorasi hal-hal baru, walaupun bisa jadi kemungkinan berhasilnya kecil.

Perbedaan Conventional Marketer dengan Stupid Marketer

CONVENTIONAL MARKETER STUPID MARKETER
Eksklusif dan Cepat Puas
Pemasar jarang turun kelapangan menemani anak buahnya untuk menanyakan keluhan pelanggan. Mereka lebih sering bekerja dengan membuat strategi penjualan untuk dilakukan anak buahnya dari kantor.
Inklusif dan Terus Belajar
Pemasar selalu merasa kurang dan karenanya mengharuskan diri mereka untuk terus menerus belajar. Mereka juga tidak malu untuk belajar dari konsumen, karyawan atau siapapun dibawah mereka untuk pengembangan usaha.
Manajerial
Pemasar bekerja mengikuti SOP (Standard Operating Procedures) yang diberikan oleh kantor pusat. Namun sering kali pemasar tidak melihat bahwa SOP yang ada, berbeda dengan kebutuhan pasar. Pekerjaan membuat mereka takut untuk memberikan terobosan karena bisa saja pemasar mengakibatkan kerugian dan kemungkinan terburuknya dapat menyebabkan mereka dipecat.
Kewirausahaan
Pemasar selalu mengedepankan inovasi, mereka mencoba berpikir bagaimana membuat bisnis terus bertumbuh dan tidak hanya berjalan. Pikiran pemasar berfokus kepada bagaimana cara memperbaiki sistem dan SOP yang telah ada agar lebih baik dan memiliki keunggulan bersaing.
Eksploitasi
Pemasar berfokus untuk mengurangi biaya pemasaran dan meningkatkan biaya profit. Namun pemasar tipe ini tidak akan bertahan di saat ASEAN Free Trade.
Eksploratif
Pemasar suka mengeksplorasi hal-hal baru. Mereka tidak takut melangkah karenakegagalan menjadi investasi pembelajaran untuk mencari pelanggan baru yang lebih memiliki potensi.
Transaki
Hubungan pemasar dengan penjual hanya bertujuan untuk meningkatkan omzet. Sering kali pemasar Hit and Run, bagi mereka lebih penting besar nominal pembelian yang dilakukan bukan pada bagaimana mempertahankan pembeli untuk  menjadi pelanggan tetap.
Relasi
Hubungan mereka dengan pelanggan lebih bertujuan unuk menjaga hubungan baik bukan pada penjualan dalam jumlah besar.

Tantangan Marketing ke Depan

  1. Ekonomi yang Tidak Pasti
    Perekonomian dunia tidak pernah ada yang pasti, adanya inflasi tinggi dan nilai tukar dolar yang melambung membuat pasar modal menjadi tidak jelas arahnya. danya ketidakpastian ini menuntut para pemasar untuk siap dengan segala keadaan dan kemungkinan yang mungkin terjadi.
  2. Cepatnya Perubahan Teknologi
    Temuan yang ada saat ini dalam waktu singkat bisa saja menjadi hal yang biasa di waktu berikutnya. Adanya Internet membuat banyak perubahan dalam dunia bisnis. Banyak bisnis yang berhasil karena mampu memanfaakan teknlogi terbaru, namun banyak juga bisnis yang harus gulung tikar karena tidak mampu mengimbangi kecepatan perubahannya.
  3. Kecilnya Bisnis Anda
    Perlu diingat bahwa tidak ada bisnis yang  paling besar karena selalu ada yang lebih besar dari Anda. Sama halnya dengan tekanan dari market leader yang akan selalu ada namun inilah yang menuntut kita untuk terus mawas diri dan berkembang.

 

Image : slcmarketinginc.com

Leave a Reply