Problem Jualan Online Yang Sering Terjadi Dan Solusinya

Walaupun berjualan online terlihat lebih sederhana dibanding berjualan secara offline namun bukan berarti penjualan online tidak memiliki masalah. Ada beberapa masalah yang sering dialami oleh para pelapak online termasuk dalam BukaLapak. Berikut merupakan beberapa masalah yang paling sering dialami oleh para pelapak, beserta sejumlah solusi yang ditawarkan.

PROBLEM NON-TEKNIS

  1. Pesanan Pembeli Lama Sampai
    Secara teori setelah pesanan diterima, penjual akan segera memproses pesanan dan mengirimkan ke pembeli. Idealnya hal ini dilakukan 1×24 jam setelah pemesanan dan pembeli hanya perlu menunggu 1-2 hari tergantung jauh dekatnya lokasi. Namun sering kali pesanan tidak diterima hingga waktu yang ditentukan atau barang diterima dalam keadaan sudah terlambat beberapa hari dari jadwal yang ditentukan. Keterlambatan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yakni:

    • Stok barang habis
    • Penjual kerepotan melayani pesanan
    • Penjual kesulitan menyediakan barang
    • Ekspedisi

    Masalah ini dapat dihindari jika penjual rajin memperbaharui data di lapaknya (jumlah stok barang yang ada). Jika memang penjual kewalahan melayani pesanan harusnya langsung dikomunikasikan kepada pembeli. Namun jika masalahnya terletak pada ekspedisi, pelacakan barang dapat dilihat melalui nomor resi yang tersedia.

  2. Pencairan Dana Lama
    Penjual saat ini tidak perlu takut pencairan dana akan berjalan lama karena BukaLapak telah menghadirkan fitur yang bernama Mass Payment. Fitur ini memungkinkan pembayaran dilakukan secara massal. Sehingga pelapak tidak perlu khawatir lagi dana akan sulit dicairkan.
  3. Pembeli Tidak Mengkonfirmasi Pesanan
    Banyak kejadian dimana pembeli lupa mengkonfirmasi ketika pesananan telah diterima. Padahal jika pembeli belum mengkonfirmasi maka penjual akan sulit mencairkan dana. Mengenai status pesanan sebetulnya dapat dilihat oleh penjual melalui resi pengiriman barang. Walaupun demikian terdapat kolom fitur konfirmasi dari pembeli yang harus di isi.Apabila pembeli tidak memberi konfirmasi lewat dari 2×24 jam, penjual dapat menghubungi Customer Service melalui email dengan menyertakan screenshot atau copy tampilan transaksi yang bersangkutan. Sehingga konfirmasi akan dibantu oleh Customer Service.
  4. Pembeli Belum Menerima Walaupun Status Barang Sudah Sampai
    Sering kali kiriman bermasalah di ekspedisi yang membingungkan kedua pihak. Di sisi penjual mereka merasa bahwa pesanan sudah sampai namun berbeda kenyataanya dengan pembeli yang belum mendapatkan barang hingga waktu yang ditentukan. Bisa jadi kurir sudah mengirimkan pesanan nemunpembeli tidak ada ditempat sehingga dititipkan ke pihak lain yang berada di tempat dan belum sempat disampaikan.Dalam masalah seperti ini solusi yang diperlukan hanyalah komunikasi, sehingga tidak ada rasa saling mencurigai satu sama lain. Cek kembali kurir yang bertugas dan cari tahu siapa yang telah menandatangi resi penerimaan barang.
  5. Banyak yang mengklik tapi tidak ada yang membeli
    Sering kali penjual mendapati banyak yang mengunjungi lapak mereka namun tidak satu pun yang membeli barang. Masalah ini menjadi salah satu masalah yang dialami oleh pelapak. Ketika masalah ini muncul, ada beberapa pertanyaan yang kemudian harus dilihat oleh pelapak:

    • Apakah foto barang displai cukup menarik?
    • Apakah spesifikasi barang sudah cukup detail?
    • Apakah stok barang sudah lengkap?
    • Apa semua persyaratan teknis dalam berjualan sudah terpenuhi?
    • Apa harga yang ditawarkan telah cukup bersaing dengan lapak lain?
    • Apa jumlah produk yang ditawarkan cukup banyak?

    Apabila semua hal diatas telah dijalakankan dan transaksi tetap belum terjadi, beberapa solusi berikut dapat dilakukan:

    • Manfaatkan fitur push
    • Manfaatkan Fitur BL Widget
    • Berbagi di Media Sosial
    • Aktif Di Komunitas
    • Rajin buka blog dan forum
  6. Menghindari Feedback Negatif
    Feedback negatif dari pembeli menjadi hal yang perlu dihindari oleh penjual, adanya feedback negatif dari pelanggan dapat mempengaruhi reputasi penjual. Untuk menghindarinya ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh penjual, yakni:

    • Jual barang dengan kualitas baik
    • Beri gambar barang yang sesuai dengan kondisi barang
    • Kirim barang secepat mungkin agar pembeli tidak menunggu terlalu lama
    • Kemas barang dengan rapih dan baik sehingga barang tetap dalam kondisi yang baik saat diterima pembeli.

    Feedback negatif memang sulit untuk dihindari namun penjual dapat memberi pengertian dan meminta maaf kepada pembeli jika hal ini terjadi. Ada baiknya penjual dapat memberi bingkisan kecil sebagai permohonan maaf kepada pembeli karena pelayanan yang tidak berkenan.

  7. Ongkos kirim tidak sesuai
    Untuk memudahkan penjual, BukaLapak memberi fasilitas perhitungan ongkos kirim otomatis untuk jasa pengiriman (JNE, TIKI, POS Indonesia, RPX dan Wahana). Perhitungan ongkos kirim mengambil variabel biaya dari kota penjual ke kota pembeli  dikalikan dengan berat aktual barang.Perlu diperhatikan bahwa masing-masing jasa ekspedisi memiliki tarif yang berbeda-beda dan dapat diubah sewaktu-waktu oleh pihak ekspedisi. Namun terkadang perhitungan biaya kirim oleh BukaLapak tidak sesuai dengan data dari kurir. Hal ini dapat disebabkan karena ada beberapa kemungkinan:

    • Pelapak salah mengisi berat barang
    • Pelapak menggunakan berat barang sebagai acuan, namun volume barang lebih besar daripada berat barang.
    • Pihak kurir memperbaharui data ongkos kirim namun belum meneruskan informasi tersebut kepihak BukaLapak.com

JIka pembeli menemukan data ongkos kirim tidak sesuai saat transaksi segera hubungi cs@bukalapak.com

PROBLEM TEKNIS

  1. Kegagalan Mengoperasikan Fitur
    Mayoritas masalah teknis terkait dengan penggunaan fitur-fitur pendukung yang seringkali eror. Biasanya hal itu dipicu oleh beberapa faktor berikut:

    • Internet yang terputus
    • Trafik pengunjung situs yang sedang tinggi
    • Sedang ada masalah teknis di bagian admin
  2. Penipuan Online
    Kasus penipuan online sering kali menjadi ketakutan bagi pembeli dan penjual online. Seharusnya dengan adanya sistem rekening bersama, penipuan di dunia jual beli online bisa ditekan seminim mungkin. Walaupun begitu ancaman juga dapat terjadi dari pihak diluar penjual dan pembeli, mereka merupakan para kiriminal online yang memanfaatkan maraknya tren belanja online. Dengan ramainya peminat belanja online, makin banyak pula transaksi data penting (nomor rekening, nomor kartu kredit, nomor telepon dan alamat) yang berada di Internet. Data penting ini dapat digunakan oleh para criminal cyber dengan menggunakan teknik penipuan online yang disebut dengan phishing.Phisihing merupakan teknik penipuan online yang dilakukan dengan mengelabui pengguna Internet untuk masuk kedalam link dan melakukan pengisian data pribadi. Link yang dikirim penipu memiliki tampilan yang sama persis dengan BukaLapak atau situs bank tempat pembeli tercatat sebagai nasabah. Pengguna akan diminta mengisi formulir berisi data-data pribadi seperti alamat, nomor, kartu kredit, rekening dan sejenisnya tanpa sadar bahwa situs tersebut merupakan situs palsu. Data pribadi ini akan dicuri oleh penipu dan disalahgunakan untuk membobol kartu kredit sampai tindak kriminal lainnya. Maka dari itu selalu pastikan link yang diberikan, salah satunya dengan cara menanyakan langsung ke Customer Service BukaLapak.
  3. Penyusupan Virus Komputer
    Virus komputer merupakan salah satu jebakan yang dipasang oleh penjahat online. Semakin sering seseorang melakukan aktivitas online maka akan semakin rentan bagi komputer dan gadgetnya tersusupi. Saat browsing kita sering tidak sadar meng-klik link yang mengarahkan kita ke situs yang mengandung virus. Berikut merupakan gangguan yang dapat disebabkan oleh virus:

    • Komputer menjadi lamban beroperasi
    • Komputer menjadi tidak bisa berfungsi sama sekali
    • Sejumlah file ┬áhilang
    • Sejumlah file tidak dapat diakses walau ada
    • Data dicuri oleh pengirim virus tanpa disadari

    Untuk itu sebaiknya penjual harus lebih berhati-hati dengan cara:

    • Pasang aplikasi antivirus dikomputer dan gadget
    • Rajin mengupdate antivirus karena akan selalu ada virus-virus baru yang diciptakan oleh criminal cyber
    • Sering lakukan pemeriksaan data. Hal berujuan untuk memeriksa apa ada virus yang menyusup di antara data-data tersebut.
    • Hindari menggunakan flashdisk disembarang computer
    • Selalu lakukan back up data penting di beberapa flashdisk sekaligus

Image : shopio.com

Leave a Reply