Kisah Sukses Antoni Lutfi Arifin Optimis Bahwa Dunia Itu Adil

Dalam bukunya yang berjudul “Super Vision, Super Action”, Antoni menuliskan bahwa keadilan manusia muncul ketika mereka sudah dapat berlaku adil dengan dirinya sendiri yang berarti manusia dapat menciptakan keseimbangan antara kebutuhan eksternal dan internal. Di dunia ini banyak orang yang ingin meraih kesuksesan namun sebagian dari mereka tidak mau bekerja keras untuk mendapatkannya. Mereka hanya berharap tapi tidak bergerak, mereka lupa bahwa kesuksesaan tidak datang dengan sendirinya dan pada akhirnya mereka menyalahkan dunia karena merasa apa yang diinginkan tidak tercapai. Hal ini terjadi karena mereka belum melihat keberhasilan pada dirinya atau usaha yang dibuat belum membuahkan hasil.

Perlu diingat bahwa terkadang kita tidak selalu mendapatkan apa yang diinginkan tapi kita pasti akan selalu mendapat apa yang layak didapatkan. Ketika kita berusaha sedikit maka apa yang didapatkan akan sedikit, begitupula ketika kita berusaha lebih keras maka apa yang didapatkan juga akan berlebih. Orang yang selalu berusaha keras tidak akan pernah patah semangat, tak peduli berapa kali gagal karena mereka percaya pada akhirnya ia akan sampai pada titik kesuksesan. Mereka selalu menanamkan bahwa hasil bukan hal utama namun usaha kita yang menjadi pengalaman dalam proses kesuksesan. Dunia tidak pernah tidak adil, justru dunia terlalu adil untuk kita.

Antoni Ludfi Arifin adalah ayah Atha Adiwidya Ludfi, Artawidya Ihsan Ludfi, dan Widyatama Cendekia Ludfi buah pernikahannya dengan Sari Rahma Yulianthi. Ia lahir di Kotabumi Lampung Utara pada 11 Juni 1977. Ketertarikannya dalam dunia menulis muncul sejak beberapa artikelnya dimuat di situs online seperti www.andriewongso.com dan majalah. Ia juga telah menulis empat buku, Bacaan Wajib Semua Sales (VisiMedia, 2011), Demi Waktu: So, Use Your Time Effectively (Gramedia, 2012), Be A Writer (Gramedia, 2012), Be A Reader (Gramedia, 2013), Up: Super Vision, Super Action! (Gramedia, 2014), Building Personal Brand Equity (Gramedia, 2015), Mantra: The Power of Words (Gramedia, 2017).

Pendidikan formal tertinggi diselesaikan pada Sekolah Pascasarjana Sahid Jakarta, dengan mengambil konsentrasi Manajemen Pemasaran pada tahun 2008. Ia sempat mengenyam pendidikan Diploma III pada Fakultas Pertanian Unila melalui program Penelusuran Minat dan Kemampuan Akademik (PMKA), dan diwisuda pada tahun 1998. Saat lulus Diploma ia langsung diberikan kesempatan oleh fakultas untuk melanjutkan kuliah pada jenjang Strata 1 di Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian pada universitas yang sama.

Image : http://www.antoniludfi.com/

Leave a Reply