Kisah Sukses Bill Gates “Ada Rencana Tuhan Di Balik Kegagalan”

Ketika mengalami kegagalan jangan pernah merasa putus asa, anggap kegagalan menjadi perjalanan menuju kesuksesan. Kisah nyata kehidupan Christopher Paul Gardner yang telah dibukukan dan difilmkan merupakan proses perjalanannya untuk mencapai kesuksesan. Dimana ia telah kehilangan tempat tinggal, istri, ditangkap polisi, bahkan kesulitan membayar kredit. Walaupun bukan berasal dari latar belakang pendidikan tinggi namun ia terus berusaha dan berjuang hingga berhasil menjadi pemilik perusahaan pialang saham Gardner Rich & Co. Kegagalan yang di hadapi bukan hanya karena berdasar nasib tapi cobaan untuk menguji seberapa kuat mental anda dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah. Kegagala pada akhirnya akan menjadi suatu rasa syukur dan pengingat akan apa yang kita miliki.

Banyak orang sukses yang mengaKisah Sukses Bill Gates “Ada Rencana Tuhan Di Balik Kegagalan”lami kegagalan pula pada saat meniti karier, Bill Gates pemilik perusahaan Microsoft pasti akan mengatakan bahwa ia sering sekali gagal namun karena tekad dan usahanya Bill gates mampu memimpin dunia tekhnologi. Bill Gates pernah menjadi mahasiswa yang Drop Out dari Universitas Harvard, akan tetapi kejadian inilah yang justru mendorongnya untuk menjadi orang sukses di dunia.   Ia merasa sakit hati karena ia dikeluarkan dengan alasan tidak mampu membayar uang kuliahnya, Bill Gates ingin menunjukan bahwa kesuksesan bukan milik orang kaya semata. Maka dari itu usaha dan kerja keras merupakan kunci paling penting dalam kesuksesan. Setiap orang pasti  memiliki mimpi yang ingin diwujudkan namun sering kali mereka tidak bergerak untuk mewujudkannya.

BUTUH KESABARAN UNTUK MERAIH KESUKSESAN

Untuk meraih kesuksesan anda membutuhkan kesabaran karen keberhasilan tidak didapat secara instan. Sebelum menjadi sukses Bill Gates hanya menerima gaji sebesar $2 per hari dari software ciptaanya namun dengan sabar dan yakin ia tetap menjalankan bisnisnya. Inilah yang kemudia menjadi perbedaan orang sukses dan gagal, sering kali mereka yang gagal adalah mereka yang gampang terpancing emosinya. Hal ini dikarenakan emosi yang berlebih dapat menjerumuskan kita, dengan menunjukan emosi yang berlebih orang dapat melihat kelemahan pribadi kita.

William Henry “Bill” Gates III (lahir di Seattle, Washington, 28 Oktober 1955; umur 61 tahun) adalah seorang tokoh bisnis, investor, filantropis, penulis asal Amerika Serikat, serta mantan CEO yang saat ini menjabat sebagai ketua Microsoft, perusahaan perangkat lunak yang ia dirikan bersama Paul Allen. Ia menduduki peringkat tetap di antara orang-orang terkaya di dunia dan menempati peringkat pertama sejak 1995 hingga 2009, tidak termasuk 2008 ketika ia turun ke peringkat tiga.

Gates termasuk salah seorang pengusaha revolusi komputer pribadi terkenal di dunia. Meski demikian, taktik bisnisnya dikritik karena dianggap anti-kompetitif. Pada tahap-tahap akhir kariernya, Gates melakukan beberapa usaha filantropi dengan menyumbangkan sejumlah besar dana ke berbagai organisasi amal dan program penelitian ilmiah melalui Bill & Melinda Gates Foundation yang didirikan tahun 2000.

Bill Gates mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pejabat eksekutif tertinggi di Microsoft pada bulan Januari 2000. Ia masih menjabat sebagai ketua dan membentuk jabatan kepala arsitek perangkat lunak. Pada Juni 2006, Gates mengumumkan bahwa ia akan bekerja paruh waktu di Microsoft dan purna waktu di Bill & Melinda Gates Foundation. Ia melimpahkan secara bertahap semua pekerjaannya kepada Ray Ozzie, kepala arsitek perangkat lunak, dan Craig Mundie, pejabat riset dan strategi tertinggi Microsoft. Hari kerja purna waktu terakhir Gates di Microsoft adalah 27 Juni 2008. Saat ini, ia masih bekerja di Microsoft sebagai ketua non-eksekutif.

Gates lahir di Seattle, Washington, dari pasangan William H. Gates, Sr. dan Mary Maxwell Gates. Ia memiliki darah Inggris, Jerman, Skotlandia, dan Irlandia. Keluarganya termasuk masyarakat menengah ke atas; ayahnya adalah pengacara ternama, ibunya menjabat sebagai anggota dewan direktur First Interstate BancSystem dan United Way, dan ayahnya, J. W. Maxwell, adalah presiden bank nasional. Gates memiliki seorang kakak bernama Kristianne dan seorang adik bernama Libby. Ia merupakan keturunan keempat dalam keluarganya, namun dikenal sebagai William Gates III atau “Trey” karena ayahnya menyandang akhiran “II”.

Gates tertarik dengan komputer sejak saat ia masih berusia belia. Perkenalannya dengan komputer terjadi ketika ia berusia 13 tahun. Saat itu, Mothers Club di sekolahnya, Lakeside School, membeli sebuah terminal Teletype Model 33 ASR dan beberapa komputer General Electric (GE) untuk para siswa. Melihat komputer tersebut, Gates tertarik dan mulai mempelajarinya. Ia tertarik dengan kemampuan mesin tersebut mengeksekusi kode perangkat lunak dengan sempurna dan menulis program komputer pertamanya di sini menggunakan bahasa pemrograman BASIC. Ketika ia mengenang kembali masa-masa itu, ia mengatakan, “Ada sesuatu yang pas dengan mesin tersebut.”

Dari sana, ia mempelajari sistem lain, termasuk sistem minikomputer DEC PDP, khususnya PDP-10 yang dimiliki oleh Computer Center Corporation (CCC). Penggunaan komputer PDP-10 ini dibatasi waktu. Gates bersama beberapa temannya seperti Paul Allen, Ric Welland, dan Kent Evans, memutuskan untuk mengeksploitasi sebuah bug pada sistem operasi untuk memperoleh waktu tambahan penggunaan komputer. Namun mereka tertangkap tangan dan akhirnya dilarang oleh CCC untuk mengakses sistem itu selama musim panas.

Menjelang akhir masa hukuman, keempatnya malah ditawarkan untuk menemukan bug lain di perangkat lunak CCC dengan imbalan waktu tambahan untuk penggunaan komputer. Di kantor CCC inilah Gates mempelajari kode sumber berbagai program, termasuk program yang ditulis dalam bahasa FORTRAN dan LISP. Ia dan kawannya bekerja di sana hingga tahun 1970 ketika CCC ditutup karena bangkrut.

Pada tahun berikutnya, Information Sciences, Inc. mempekerjakan empat siswa Lakeside tersebut untuk menulis program pembayaran gaji dalam bahasa COBOL dan memberikan royalti untuk penjualan program tersebut sebagai tambahan hak akses ke komputer perusahaan. Gates juga mendapat pekerjaan tambahan ketika sekolah memintanya untuk membuat program pengatur jadwal kelas siswa. Gates memanfaatkan ini dengan mengubah sebagian program agar ia ditempatkan di kelas yang didominasi perempuan. Pada usia 17 tahun, Gates dan Allen mendirikan Traf-O-Data yang fokus pada sistem penghitung lalu lintas yang berbasis prosesor Intel 8008.

Gates lulus dari Lakeside School pada tahun 1973. Setelah itu ia mengambil tes SAT dan mendapatkan skor yang sangat tinggi, yaitu 1590 dari 1600. Dengan nilai itu, ia diterima di Harvard College di mana ia bertemu dengan Steve Ballmer yang kelak menggantikan Gates sebagai CEO Microsoft. Pada tahun keduanya di Harvard, Gates merancang sebuah algoritme untuk penyortiran panekuk sebagai solusi atas satu dari serangkaian masalah yang belum terpecahkan dalam kelas kombinatorika oleh Harry Lewis, salah seorang profesornya. Solusi Gates memegang rekor sebagai versi tercepat selama 30 tahun; penggantinya justru lebih cepat satu persen saja. Solusinya kemudian diresmikan dalam bentuk cetakan bekerja sama dengan ilmuwan komputer Harvard, Christos Papadimitriou.

Gates tidak punya rencana belajar tetap ketika menjadi mahasiswa di Harvard dan menghabiskan banyak waktunya dengan menggunakan komputer sekolah. Gates masih berkomunikasi dengan Paul Allen, dan ia bergabung dengannya di Honeywell pada musim panas 1974. Pada tahun berikutnya, MITS Altair 8800 berbasis CPU Intel 8080 diluncurkan, dan Gates dan Allen melihat peluncurannya sebagai kesempatan untuk mendirikan perusahaan perangkat lunak komputer sendiri. Ia telah membicarakan keputusan ini bersama orang tuanya yang sangat mendukungnya setelah mereka melihat antusiasme Gates untuk mendirikan perusahaan.

Leave a Reply