Cara Belajar Berkomunikasi Dengan Efektif

Satu hal yang dimiliki oleh orang sukses dimanapun ialah keterampilan mereka dalam menggunakan kata-kata karena kebahagian secara tidak langsung bergantung pada kemampuan kita untuk mengekspresikan ide, keinginan, harapan dan kekecewaan. Banyak orang yang tidak bahagia salah satunya karena mereka tidak dapat mengekspresikan diri mereka dengan hanya memendam ide dan perasaan didalam hati. Begitupula dalam pekerjaan, banyak orang yang terhambat karena tidak mengerti cara memulai pembicaraan terutama dengan mereka yang tidak dikenal. Padahal bisa saja mereka memiliki banyak ide menarik untuk dilaksanakan kalau saja mereka berani berbicara. William James melihat bahwa mereka yang takut mengatakan sesuatu kadang hanya khawatir untuk mengucapkan sesuatu yang dianggap sepele atau sesuatu yang tidak tulus dan tidak cocok dengan keadaan. Maka berhentilah berusaha terlalu keras untuk menjadi sempurna karena tidak ada orang didunia ini yang dapat menjadi sempurna.

Obrolan Tidak Harus Berupa Pembicaraan Cerdas

Obrolan diperlukan untuk membuat pembicaraan dapat mengalir, tidak perlu berupa obrolan yang terlihat cerdas dan berat. Cobalah untuk memulai dengan pembicaraan ringan terlebih dahulu dan biarkan pembicaraan mengalir perlahan. Seni dalam mengobrol tidak bergantung pada pemikiran yang cerdas atau pengalaman gagah yang dapat diceritakan, namun lebih bergantung pada memberi kesempatan orang lain untuk dapat nyaman berbicara. Jika anda dapat mendorong orang lain untuk nyaman berbicara maka anda akan dilihat sebagai orang yang terpercaya dan cerdas.

Untuk memulai, arahkan pembicaraan dengan kata tanya seperti mengapa, dimana dan bagaimana. Pertanyaan ini akan memberi kesan bahwa anda terlihat memperhatikan orang lain secara detil dan penuh perhatian. Anda akan mendapat nilai tinggi karena mau mengalihkan fokus pembicaraan ke orang lain dan bukan hanya pada diri sendiri.

Bicaralah Tentang Diri Sendiri Ketika Anda Diminta

Jika orang lain tertarik dengan anda mereka pasti akan meminta untuk berbicara mengenai diri anda lebih banyak namun jangan melebih-lebihkan cerita. Jawab dan kembalikan fokus kepada mereka karena kesempatan yang tepat untuk melibatkan diri anda kedalam percakapan adalah ketika anda bisa menghubungkan kesamaan yang akan membangun ikatan kuat setelahnya dengan mereka (contoh: “saya lahir dan besar di desa” dan jika sama anda bisa mengatakan “wah saya juga” atau mungkin anda sekolah di tempat yang sama, bisa juga salah satu asal orangtua sama dan seterusnya). Ketika anda menceritakan pengalaman yang sama dengan lawan bicara atau setuju dengan cara pandang mereka, maka itu akan membuat anda semakin disenangi dan dipercaya oleh lawan bicara. Sama halnya dengan kita sendiri yang cenderung akan lebih senang dengan mereka yang memiliki pengalaman dan cara pandang sama, dibanding dengan mereka yang berbeda dengan kita. Maka dari cobalah untuk selalu melihat persamaan anda dengan lawan bicara terlebih dahulu karena pasti ada satu hal yang sama diantara semua ketidak cocokan anda dengan mereka yang bisa merekatkan hubungan karena, setelah mereka menyenangi anda maka akan lebih mudah pula untuk menyampaikan hal-hal yang tidak kita senangi dari mereka.

Buatlah Pembicaraan yang Menyenangkan

Mereka yang selalu berbicara pesimis tidak akan menjadi teman yang menyenangkan karena tidak ada orang yang senang mendengarkan masalah pribadi di awal pembicaraan perjumpaan disamping itu anda akan menjadi orang yang terlihat membosankan. Maka dari itu jika anda memendam masalah, cobalah untuk menuliskan surat kepada diri sendiri, tulis apa yang anda rasakan secara detil. Hal ini bertujuan untuk memberi penyaluran yang menimbulkan rasa lega pada diri kita sehingga anda pun tidak akan keceplosan berbicara masalah pribadi ke orang lain.

Dalam pembicaraan seringkali kita secara tidak sadar mengusik orang lain karena berpikir orang lain akan menikmatinya namun secara ternyata kata- kata usil yang menyindir ini malah mengusik harga diri orang lain dan apapun yang mengancam harga diri manusia akan sangat berbahaya sekalipun dilakukan dengan bercanda.

Image : www.mypost.com

Leave a Reply